Beritaboladunia.net – Paris Saint-Germain akhirnya mengakui tindakan belanja besar-besaran musim panas lalu sebagai pelanggaran dari UEFA terkait Financial Fair Play. Manajemen klub melakukan upaya kooperatif dengan mendatangi UEFA selaku Federasi Sepakbola Tertinggi di Eropa, hasilnya Paris Saint-Germain harus mencari dana hingga 80 juta euro sebagai syarat terhindar dari sanksi.
Seperti dilansir dari RMC Sport, Paris Saint-Germain melakukan belanja besar-besaran dengan menggelontorkan dana selangit untuk mendapatkan dua pemain seperti Neymar dan Kylian Mbappe. Nominal hingga 400 juta euro dinilai sebagai pelanggaran Financial Fair Play yang diterapkan UEFA dan mereka siap menjalani segala syarat yang diajukan.
Keputusan tersebut menjadikan pihak klub harus menjual para pemainnya dengan mencari dana hingga 80 juta euro, sejumlah pemain seperti Javier Pastore, Angel Di Maria, Hatem Ben Arfa, Luca Moura dan Presnel Kimpembe mulai dimasukkan kedalam daftar penjualan pemain.
Baca Juga : Untuk Urusan Ini, Maldini Jauh Lebih Hebat Dibanding Messi
Syarat yang diajukan UEFA harus terlaksana musim ini atau jika mereka gagal mengupayakan 80 juta euro maka musim depan Paris Saint-Germain masuk daftar hitam dalam menjalani laga Liga Champion. Neymar dan Mbappe pun harus terpaksa gigit jari hanya menjalani kompetisi Ligue 1 Perancis.
Paris Saint-Germain masih punya kemungkinan lain menjual pemain lainnya namun tentu akan sangat disayangkan jika beberapa bintang masa depan mereka hengkang hanya untuk menjadi tumbal pembelian Neymar dan Kylian Mbappe. Ironisnya, para pemain tersebut notabene lebih senior dipuja fansnya ketimbang Neymar dan Mbappe






