Spanyol dan Italia akan bertanding pada Sabtu (2/9) di Kota Madrid. Stadion Santiago Bernabeu menjadi saksi siapa yang bakal menjadi juara Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Eropa.
Kuduanya tersebut juga sama-sama mengantongi poin yang sama yaitu 16 poin.
Spanyol mempunyai selisih gol lebih bagus dari Italia. Bila poin dua tim sama, keunggulan agresivitas gol jadi penentu peringkat.
Pertandingan akhir pekan ini menentukan posisi akhir di klasemen Grup G.
Kemenangan atas rival langsung jelas sebuah nilai plus yang akan dikejar pasukan Giampiero Ventura.
Pada pertemuan pertama saat dikandang Italia, kedua tim bermain imbang 1-1.
“Tak ada keraguan kami datang ke Spanyol buat menang. Tiga poin di Madrid menjadi satu-satunya cara buat kami agar bisa lolos langsung ke putaran final,” ujar Ventura.
Jika nantinya hasil imbang atau pun kalah disebut menutup peluang Italia lolos langsung karena satu-satunya tiket langsung hanya bisa didapat dengan status sebagai juara grup. Peringkat kedua punya kesempatan berlaga di babak play-off.
Bermain di Estadio Chamartin (nama lama Santiago Bernabeu), Italia menang 3-1.
Spanyol bisa menang sembilan kali dan hanya empat kali bermain imbang.
“Saya katakan sejujurnya, saya sangat bersemangat. Saya ingin punya opsi dua hasil tersedia, tetapi karena hanya ada satu pilihan, yakni keharusan menang, membuat saya semakin terdorong memberikan yang terbaik,” papar Ventura lagi.
Ventura juga mempunyai formasi 4-2-4 melihat ketersediaan pemain yang ia bawa. Namun, bukan tak mungkin sistem konservatif 3-5-2 menjadi pilihan.
Bila bermain dengan formasi 4-2-4, Andrea Belotti dan Ciro Immobile di lini depan akan ditemani oleh Lorenzo Insigne dan Antonio Candreva atau Federico Bernardeschi di kedua sayap.
“Yang pasti, kami akan bekerja keras melatih dua sistem itu karena kami harus tahu cara mengubah sistem di tengah pertandingan,” kata Ventura.
Pemain Spanyol yang harus diperhatikan adalah Marco Asensio.
Asensio saat ini menjadi idola terbaru di Real Madrid.
Pemain usia 21 tahun tersebut baru saja menyalamatkan Madrid dari kekalahan berkat dua golnya ke gawang Valencia (2-2) akhir pekan kemarin.
Ia mampu menyumbangkan tiga gol dalam 23 pertandingan dan dua assist.
Di Liga Champion ia membuat tiga gol dan sebiji assist dalam delapan laga.
“Melawan Italia akan menjadi laga indah. Kami adalah rival yang hanya mengejar kemenangan ketika saling bertemu. Spanyol harus bermain dengan kondisi dan cara terbaik agar bisa menang di Bernabeu,” kata pelatih Julien Lopetegui seperti.
PRAKIRAAN FORMASI
SPANYOL (4-3-3): De Gea (K); Carvajal, Pique, Ramos, Azpilicueta (B); Iniesta, Busquets, Isco (G); Pedro, Morata, Asensio (P). Cadangan: Reina, Arrizabalaga, Alba, Monreal, Bartra, Nacho, Silva, Koke, Thiago, Saul, Suso, Villa, Aspas, Deulofeu, Vazquez. Pelatih: Julen Lopetegui
ITALIA (4-2-4): Buffon (K); Conti, Chiellini, Bonucci, D’Ambrosio (B); Verratti, De Rossi (G); Candreva, Belotti, Immobile, Insigne (P). Cadangan: Donnarumma, Perin, Darmian, Spinazzola, Astori, Barzagli, Rugani, Pellegrini, Montolivo, Bernardeschi, El Shaarawy, Parolo, Eder, Gabbiadini. Pelatih: Gian Piero Ventura






