Beritaboladunia.net - FIFA pada hari Selasa (27/6/2017) merilis sebuah laporan yang telah lama dirahasiakan mengenai tuduhan korupsi terkait keputusan tuan rumah Piala Dunia 2022 kepada Qatar.
Badan sepak bola dunia sebelumnya menolak menerbitkan laporan setebal 400 halaman yang telah diselesaikan penyidik etika FIFA, Michael Garcia di bulan November 2014.
FIFA terpaksa merilis laporan tersebut setelah dokumen itu telah di serba luaskan oleh surat kabra Jerman, Blid.
Rusia dan Qatar terpilih menjadi penyelenggara Piala Dunia setelah kalah satu suara di Zurich pada bulan Desember 2010.
Gracia akhirnya telah ditunjuak untuk melakukan penyelidikan usaia tuduhan semakin senter kepada FIFA yang dianggap sangat mempengaruhi 22 anggota komite eksekutif di FIFA.
Laporan yang selesai pada bulan November 2014 itu lalu diserahkan ke hakim etika FIFA pada saat itu Hans-Joachim Eckert, dan kemudian disarikan menjadi 42 halaman.
Keputusan dari ringkaian 42 halam itu dianggap masih belum kuat untuk mempengaruhi suara tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2022.
Akan tetapi karena kurangnya transparasi seputar penawaran penyelenggaraan pesta besar pecinta sepak bola dunia ini menyebabkan dakwaan terhadap sejumlah pejabar senior di FIFA yang berujung pada pengunduran diri di tahun 2015 dan melarang Presiden FIFA Sepp Blatter terlibat dalam seluruh kegiatan sepak bola.
Di Rusia, Gracia mengatakan bahwa Vladimir Putin, ketika itu menjabat Perdana Menteri Rusia yang saat ini menjadi presiden, telah secara aktif mendukung Rusia sebagai tuan rumah Piala Dunia 2018.
Namun sikap Putin ini tidak terbukti melanggar aturan etika FIFA.
“Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa Rusia berusaha untuk mempengaruhi anggota eksekutif FIFA untuk mendapatkan dukungan suara,” ujar Garcia, sebagaimana dikutip SuperBall.id dari laman New Straits Times, Rabu (28/6/2017).
Sementara itu suara dari Gracia kepada Qatar yang juga memperngaruh anggota esekutif FIFA juga suli dalam pembuktiannya.
“Sejauh ini laporan yang mengindikasikan prilaku Qatar yang mungkin tidak memenuhi standar yang ditetapkan dalam kode etik FIFA dalam penawaran dapat dikurangi karena fakta yang ditemui sebagian besar karena Qatar menjalin kerjasama dengan yang lainnya,” ungkap Garcia.
Blatter juga membantah bahwa dirinya tidak melakukan kesalahan dan bertangung jawab atas penilaian yang sangat buruk yang menimbulkan kekacuan meluas bagi pencita sepakbola dunnia.
Namun Blatter tetap memberikan Pujian kepada FIFA karena telah menerapkan reformasi di organisasi terbesar sepakbola.
Rusia pun akan bersaing dengan Inggris, Spanyol, Portugal, Belanda dan Belgi untuk memperebutkan tuan rumah Piala Dunia 2018. Sedangkan rival Qatar di tahun 2022 adalah Australia, Jepang, Amerika Serikat, dan Korea Selatan.
Kejaksaan agung Swiss telah mengandalkan laporan Gracia sebagai fokus utama penyelidikan kriminal yang telah dilakukan oleh Rusia dan Qatar.
Portal berita sepak bola terupdate






