beritaboladunia.net - La Liga meminta UEFA untuk menyelidiki Manchester City da PSG atas kemungkinan pelanggaran financial fair play (FFP). Hal ini tidak terlepas dari aktivitas kedua klub dalam bursa transfer pemain.
Kabar ini muncul dari jurnalis Rafa Fernandez dari media asal Spanyol, Onda Cero. Fernandez menyatakan bahwa fokus dari keluhan tersebut mengenai pendanaan yang di keluarkan dan sumber dari pendanaan tersebut.
La Liga meminta UEFA untuk menyelidikinya pada pendapatan yang diduga mendapat dukungan dari negara-negara tertentu. Merujuk kepada Uni Emirat Arab (City) dan Qatar (PSG).
Jika salah salah satu klub dinyatakan bersalah, akan terkena hukuman di keluarkan dari kompetisi Eropa. Keduanya juga sempat mendapat sanksi pada tahun 2014.
UEFA telah mengumumkan penyelidikan terhadap kegiatan transfer PSG baru-baru ini. Setelah mereka merekrut Kylian Mbappe dari AS Monaco dengan opsi untuk membeli. Banyak orang melihat hal tersebut sebagai cara menghindari FFP.
Akan tetapi, UEFA tidak mengatakan apa pun tentang City. Saat ini, tidak ada bukti kuat bahwa klub Liga Primer Inggris itu sedang diselidiki.
PSG mendapat perhatian dari badan sepak bola Eropa itu, karena mereka memecahkan rekor dunia untuk Neymar dari Barcelona dengan harga 198 juta pound sterling. Ditambah kewajiban membayar Mbappe 165 juta pound sterling tahun 2018 mendatang.
PSG juga memberikan gaji Neymar, 515 ribu pound sterling per pekan selama lima tahun kontrak. Dengan begitu, total pengeluaran PSG untuk Neymar menjadi 500 juta pound sterling.
Aturan FFP mengharuskan klub untuk memiliki keuntungan atau setidaknya impas selama periode tiga tahun. Sementara pada musim panas ini, penjualan pemain PSG hanya 50 juta pound sterling.
“Penyidikan akan fokus pada kepatuhan klub dengan persyaratan impas. Terutama mengingat aktivitas transfer terakhir,” demikian bunyi salah satu pernyataan UEFA.






