Beritaboladunia.net - Penyerang Australia, Tim Cahill, kini terancam akan mendapatkan hukuman dan denda dari FIFA. Ancaman tersebut didapat setelah dirinya merayakan pesta gol ketika Australia berhasil menang dari Suriah 2-1 pada pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2018, Selasa 10 Oktober 2017.
Dengan kemenangan tersebut, Australia akan bertanding dengan Honduras di babak playoff. Laga playoff akan berlangsung bulan depan.
Pemain berusia 37 tahun tersebut merayakan gol dengan membuat huruf T di atas kepalanya dan menahan dalam beberapa detik. FIFA kemudian akan menyelidiki selebrasi yang dilakukan oleh Cahill tersebut.
Kabarnya, Cahill mendapatkan bayaran dari TripADeal, sponsor pribadinya, untuk melakukan selebrasi tersebut. TripADeal merupakan perusahaan travel online.
FIFA secara tegas melarang pemain untuk memperlihatkan slogan politik, agama atau pribadi serta dengan gambar. Jika terbukti, Cahill bisa mendapatkan sanksi sekali larangan bertanding dan denda US$135.000 (sekitar Rp1,7 miliar).
“FIFA sedang meninjau dan menganalisis laporan dari wasit dan komisi pertandingan untuk semua pertandingan FIFA. Peristiwa ini membutuhkan perhatian lebih lanjut dan perlu dikomunikasikan dengan itu,” kata FIFA.
Sementara itu, pada 2012, UEFA memberikan sanksi dan denda kepada pemain asal Denmark, Nicklas Bendtner saat memperlihatkan sponsor pribadinya usai mencetak gol. Ketika itu, Bedtner mendapatkan hukuman satu kali larangan bertanding dan denda Rp1,4 miliar.






