Terlibat Pembunuhan, Mantan Pemain Parma Terancam Hukuman Berat

Beritaboladunia.net – Pemain yang pernah mengenakan jersey Param, Solomon Nyantakyi ditangkap kepolisian Italia karena diduga membunuh sang ibu, Nfum Patience dan sang adik yang masih berusia 11 tahun, Magdalene Nyantakyi. Hal ini mengejutkan banyak pihak pasalnya Solomon sempat dinobatkan menjadi pemain dengan masa depan cerah di Parma.

Solomon sempat kabur dari kediamannya di Parma pada Selasa (11/07), namun akhirnya tertangkap kepolisian Italia di stasiun Milan pada Rabu (12/07). Pihak kepolisian memang sudah berusaha mencarinya dan mengetahui keberadaan dirinya dari kamera pengawas di area stasiun.

Seperti yang dilaporkan The Sun, Solomon membunuh dengan cara menikam kedua korban dan kedua mayat ditemukan oleh sang kakak, Raymond. Dalam kasus ini Solomon diyakini sedang depresi.

Roberto Donadoni yang sempat menangani Solomon di Parma mengaku terkejut karena tidak menyangka dengan sikap pendiam Solomon yang cenderung tenang.

“Saya ingat Solomon, dia berlatih bersama kami di Parma dan saya membawanya untuk duduk bangku cadangan lebih dari sekali di laga-laga Serie A. Saya ingat dia sangat tenang, bahkan pendiam. Jika memang dia yang melakukan ini, saya bahkan tak bisa memikirkan apa yang sudah terlintas di kepalanya,” kata Donadoni dilansir Bleacherreport.

Mantan pelatih muda Parma, Cristiano Lucarelli membeberkan sikap depresi yang dimilik Solomon ketika masih menanganinya namun tidak dalam sikap yang brutal. Pembunuhan yang dilakukan Solomon menjadikan dirinya terkejut hingga tega bisa membunuh ibu dan adiknya.

“Dari sikapnya di tim muda Parma, Anda bisa tahu dia punya masalah. Tapi dia tak pernah, saya tegaskan tak pernah, menaikkan nada suaranya, berdebat dengan orang lain, atau bereaksi yang tidak sepatutnya,” katanya.

“Saya tahu dia menderita akibat depresi dan saya mencoba membawanya berlatih dengan tim saya, Cuoiopelli, di Lega Pro, 125 mil dari Parma. Dia bertahan dengan kami selama 15 hari, lalu kabur.”

“Dia lalu menemui saya dan bilang merindukan keluarganya, teman-temannya, rumahnya. Saya pikir itu cuma soal nostalgia. Saya benar-benar tercengang,” tandas Lucarelli.